Technical Operations Department Head
- Gaji
- Gaji tidak dicantumkan
- Jenis pekerjaan
- Penuh waktu
- Diposting
- Sumber
- Jobstreet Indonesia (SEEK API + GraphQL)
- kantor
Kami akan mengarahkan Anda ke situs tempat lowongan diposting untuk menyelesaikan lamaran.
Deskripsi pekerjaan
Tujuan Jabatan
Mengelola seluruh kegiatan teknis operasional yang meliputi pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur, pengelolaan transportasi operasional, pengelolaan alat dan alat berat, penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), pengelolaan lingkungan, serta pengelolaan limbah guna mendukung kelancaran operasional perkebunan kelapa sawit, hortikultura (cabai dan nanas), pabrik kelapa sawit (PKS), dan pabrik serat nanas secara aman, efisien, berkelanjutan, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Tanggung Jawab Utama
1. Perencanaan Operasional Teknik
Menyusun rencana kerja dan anggaran tahunan Departemen Operation Technic.
Menyusun strategi pengembangan infrastruktur operasional.
Menetapkan prioritas proyek pembangunan dan pemeliharaan fasilitas.
Menyusun target kinerja departemen beserta indikator pencapaiannya.
Mengembangkan program peningkatan efisiensi operasional teknis.
2. Pengelolaan Infrastruktur dan Konstruksi
Mengendalikan pembangunan gedung, fasilitas operasional, dan utilitas perusahaan.
Mengendalikan pembangunan serta pemeliharaan jalan produksi, jalan kebun, jembatan, drainase, dan sistem irigasi.
Mengawasi kualitas pekerjaan konstruksi sesuai spesifikasi teknis.
Mengendalikan pelaksanaan proyek agar tepat mutu, tepat waktu, dan tepat biaya.
Melakukan evaluasi kondisi seluruh infrastruktur perusahaan.
3. Pengelolaan Transportasi Operasional
Mengendalikan armada operasional perusahaan.
Menyusun sistem pengelolaan kendaraan operasional.
Mengoptimalkan utilisasi kendaraan.
Mengendalikan jadwal operasional transportasi.
Memastikan kelayakan kendaraan sesuai standar keselamatan.
Mengendalikan penggunaan bahan bakar (BBM) dan biaya transportasi.
4. Pengelolaan Alat dan Alat Berat
Mengendalikan penggunaan alat berat seperti excavator, bulldozer, wheel loader, motor grader, crane, forklift, dan alat pendukung lainnya.
Menentukan alokasi alat berat sesuai kebutuhan operasional.
Mengawasi administrasi penggunaan alat berat.
Mengendalikan produktivitas alat berat.
Berkoordinasi dengan Operation Engineering Department dalam pemeliharaan alat berat.
5. Pengelolaan SHE (Safety, Health & Environment)
Memastikan implementasi Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3).
Mengembangkan budaya keselamatan kerja (Safety Culture).
Mengendalikan pelaksanaan inspeksi keselamatan.
Mengawasi investigasi kecelakaan kerja.
Memastikan seluruh aktivitas operasional memenuhi standar K3 dan lingkungan.
Mengawasi pelaksanaan pelatihan K3 bagi karyawan.
6. Pengelolaan Lingkungan dan Limbah
Mengendalikan pengelolaan limbah padat, cair, dan B3 sesuai peraturan.
Memastikan operasional memenuhi dokumen lingkungan (AMDAL/UKL-UPL) dan perizinan terkait.
Mengawasi pengelolaan limbah PKS, limbah perkebunan, dan limbah pabrik serat nanas.
Mengembangkan program efisiensi energi dan konservasi sumber daya.
Mengendalikan program pengurangan emisi dan pencemaran lingkungan.
7. Pengelolaan Risiko Operasional
Mengidentifikasi risiko teknis pada seluruh fasilitas operasional.
Menyusun rencana mitigasi risiko.
Mengendalikan kesiapsiagaan dan tanggap darurat.
Mengembangkan Business Continuity Plan (BCP) pada aspek teknis.
Melakukan evaluasi berkala terhadap efektivitas pengendalian risiko.
8. Pengendalian Anggaran
Mengendalikan realisasi anggaran operasional teknis.
Mengevaluasi efisiensi biaya proyek dan operasional.
Mengendalikan biaya transportasi, alat berat, dan pemeliharaan infrastruktur.
Menyusun rekomendasi investasi teknis berdasarkan kebutuhan operasional.
9. Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM)
Membina dan mengembangkan kompetensi bawahan.
Menyusun kebutuhan pelatihan teknis dan K3.
Melakukan penilaian kinerja bawahan.
Mengembangkan budaya kerja yang disiplin, aman, dan produktif.
Menyiapkan kaderisasi untuk jabatan-jabatan teknis.
KEY PERFORMANCE INDICATORS
Keberhasilan posisi ini antara lain diukur melalui:
Budget Cost Control
SHE & Environmental Compliance
Project Completion On Time
Infrastructure Availability
Transport & Fleet Efficiency
Heavy Equipment Productivity
Construction Quality Compliance
Technical & SHE Competency Development
KUALIFIKASI
Pendidikan
Minimal S1 dari jurusan: Teknik Sipil, Teknik Mesin, Teknik Industri, Teknik Lingkungan
Pengalaman
Minimal 5–10 tahun pengalaman profesional di perkebunan kelapa sawit, hortikultura (cabai dan nanas), pabrik kelapa sawit (PKS), dan pabrik serat nanas, dengan pengalaman manajerial yang relevan.
Memiliki pengalaman minimal 3-5 tahun pada posisi Manager atau posisi setara yang memiliki tanggung jawab strategis dan people management.
Usia minimal 40 Tahun.
Kompetensi Teknis
Teknik Sipil dan Infrastruktur
Manajemen Konstruksi
Road & Bridge Maintenance
Drainage & Irrigation System
Fleet Management System
Heavy Equipment Operation & Management
Occupational Health & Safety (SMK3)
Environmental Management System
Waste Management
Hazardous Waste (Limbah B3) Management
Referensi: 178107 · Berlaku sampai 2 November 2026